Selasa, Januari 27, 2009

lagi lagi mereka

dua sahabat itu lagi
mereka dalam masalah
aku tau itu
karena aku masih mengamati
tetap di satu sisi
tak berpindah
tak mengalihkan pandangan
entah bagaimana
mereka berduka
kali ini
berduka bersama
tapi aku yakin
lewat pengamatanku
yang selalu melihat
mereka akan segera sembuh
lewat canda
saling hibur
saling dukung

lagi lagi mereka :)

kamu

hari ini
tak sengaja kupandang wajahnya
bukan lewat mataku
tapi lewat hatiku

ia hancur
luka
sedih
penuh amarah

inginku tak peduli
karena dia hanya dia
bukan siapa siapa
kuanggap tak berarti

tapi sulit sekali
mendadak aku tak fokus
semuanya berantakan
karena dia
sedihnya

bagaimana aku harus bersikap
jika semua selalu sama adanya
ingin lupa
tapi selalu ingat

aku ingat

belum sampai 2 hari kuputuskan tak peduli
tapi tiba tiba ia datang lagi
mengadu
menangis

aku benar2 tak bisa tak peduli
karena itu dia
dia yang mengadu
dia yang menangis

seharusnya aku tertawa
karena ia telah merasakan yang aku rasakan
tapi tawaku semu
hambar

tawaku menyimpan banyak makna
bukan makna karena senang
melainkan duka
tawaku adalah bentuk dukaku untuknya

teman

hanya itu
aku putuskan
aku tekadkan

sayang, kasih
untuk teman

Sabtu, Januari 24, 2009

Senandung duka

jika ada manusia yang tetap berjalan dalam suatu ketidakpastian dan kekeluan, itu adalah aku
jika ada manusia yang tetap menyusuri lorong kecil, panjang, dingin, dan tanpa cahaya, itu adalah aku
bahkan jika ada manusia yang terus melangkah dikala ia tahu akan mati, itu adalah aku

aku terima
aku terima
aku sangat terima
bahkan jika aku dicaci dan dilemparkan kata munafik
karena aku memang

memasang topeng bahagiaku di depan semua orang
berpura-pura
berperan
seolah aku sanggup membuang sakit hati
seolah aku akan tetap berdiri
seolah aku akan ada disampingnya
seolah aku kuat untuk tetap menggenggam tangannya kala ia menggenggam yang lain

hah

itu semua omong kosong
saat aku berbalik
topeng itu pun seketika lenyap
aku kehilangan semua kekuatanku

aku tak mampu bersikap seolah aku ini sanggup tersenyum
aku meringkuk
mengerang
bahkan sesekali sesegukan
cairan bening perlahan keluar dari dua buah mata ini
bibirku perlahan mengeluarkan senandung dukaku

"rasakan itu"
kata bayanganku
"rasakan itu"
bayanganku kembali berucap


"ini semua salahmu yang tak pernah menggunakanku. kau seharusnya berpikir sayang. berpikir sebelum kau seperti ini."
otakku berseru

"kau seharusnya menutupku darinya. tak sudi aku melihatnya tapi kau paksa aku. sekarang melangkahlah ke depan cermin, dengan senang hati akan kubuat kau melihat bagaimana rupamu saat ini."
mataku membalas

"tak seharusnya kau mendengar semua ucap manis tak bermakna itu. senandung dukamu lebih baik terdengar olehku dibanding manisnya ucap tak bermakna karena senandung dukamu punya arti, nak."
telingaku pun berseru

kutunggu...

sabar

gelisah

kesabaranku habis

kenapa hatiku diam?
saat semua mencaciku, dia hanya diam
kelu
tak berbahasa

lalu kutanya ia :
"kenapa kau hanya diam? aku tak akan naik darah jika kau mencaciku. ini semua buah dari kemunafikan yang ku tanam. berbicaralah padaku."

tiba-tiba
hatiku mendesah
lalu berkata
"jika ada yang pantas mencacimu bahkan ingin membunuhmu, itu adalah aku. kemarahanku terlalu besar. kau buat aku sakit. tak hanya sekali tapi ribuan bahkan jutaan kali. di otakmu telah terpatri, kau tak akan mampu mengobatiku saat aku sakit. tapi kau tetap saja melakukan hal yang sama. sekarang hitung !! hitung hari-hari yang kau jalani dengan aku sebagai tumbal. kalau kau memang ingin aku sakit, aku akan melakukannya sebagai abdiku karena aku milikmu."

dengan kasar, hatiku merobek dirinya sendiri.

sakit
lebih sakit dari sebelumnya
tak dapat kutahan
bibirku mengerang
mengeluarkan senandung duka
lebih keras
lebih pahit
lebih dalam

HITAM

MATI


HANCUR


KOSONG


Kamis, Januari 22, 2009

tidur

malam tanpa bulan
ya
hari ini
kembali kucoba pejamkan mata yang rasanya tak sanggup menahan berat
tapi
entah kenapa
ia tetap tak mau terpejam
ah
tolong
aku tak mau lagi
untuk yang kesekian kali
jangan biarkan awanku pergi lagi
tolong
biarkan ia tetap berada di bunga tidurku
biarkan mataku terpejam
ayolah
kenapa harus campuri ruang ilusiku
toh hanya milikku
kalian hanya seoonggok makhluk
jangan usik mimpiku
aku janji
hanya untuk malam ini
biarkan aku tersenyum walau dalam ilusi
jangan buat aku tetap tersadar walau hanya di mimpiku sendiri
aku sudah letih
tak sanggup
lelah
tak ingin
tak mau lagi
bosan menghadapi ini
jadi untuk kali ini
biarkan mataku terpejam
lelap
perlahan memasuki ruang ilusiku
dengan lembut kugapai kembali awanku
masuk
perlahan
kami bersama
tak ada batas
hanya kami dan ruang ilusiku
perlahan
aku hilang
dari kenyataan
dari beban
dari kemunafikan
dan sakit hati

saat aku bangun nanti, biarkan kusesali sendiri telah kubiarkan aku bermimpi

Tawa mereka

hanya 2 orang sahabat baik
terkadang mereka aneh
suka tertawa
tak tau karena apa
tapi kuyakin
tawa mereka bahagia

hanya 2 orang sahabat baik
terkadang mereka lucu
suka membuat satu sama lain tertawa
tak tau karena apa
mungkin karena gumpalan sayang mereka

aku hanya pengamat
mengambil satu tempat di pojok sana
mengamati
teliti
seksama
tanpa suara

sesekali ikut menyunggingkan sedikit senyum
kusimpan rapi tawa renyah mereka
dalam imajinasi
ruang tanpa batas
aku suka tawa mereka
sejenak melupakan dunia

hanya mereka
2 orang sahabat baik
yang senang tertawa

Yang terburuk bukan jadi tak berarti

mari kita berendam dalam bak pasir
mengumpulkan bulir demi bulir lembut pesonamu
kilau bahagia melayang asa
memantulkan sinarnya matahari di ufuk sana

merah merona hangat terbakar rasa
lumerkan dinding penghapus senja
ingin ku raih satu titik disana
lalu terbanglah cahayaku melayang bersama

hingga dewa dewi sambut suka ria
kau hilang tak berikan kata
kembali di bak pasir hangat dan mataharimu
meraih kembali buliran pasirmu tak jemu

dan aku

cukup baik untuk bisa sedikit menikmati sesaat berada dalam bak pasirmu

tak kau sadari

diam diam

kusembunyikan satu pasir dalam ruang rahasiaku

maaf

tak bermaksud mencuri

hanya mencuil sedikit milikmu

karena kusadari, tak cukup berani kupendamkan jiwaku didalammu

sekarang

setidaknya

kumiliki satu

bukan hati, bukan cinta, bukan sayang

hanya sebulir pasir terburuk milikmu

Selasa, Januari 20, 2009

tak punya

kau tak merasa
karena tak kubiarkan kau merasakan
atau memang kau tak sedianya ada di ruangku
haruskah kucari jawaban itu
ketakutan ini terlalu dalam
tak bisakah kau bangun dari kekeluanmu
bahasakan sesuatu padaku
tak utuh ruangku tanpa katamu
tolong
jangan buatku berada di atas awan
ketika kau akan melemparkanku ke jalanan
untuk kali ini
saat ruangku menarikmu
jangan biarkan ia menghempasmu tak relanya
melayang
separuh
cepat bebaskan semua
hanya kamu
tak punya lagi