Minggu, Oktober 18, 2009

setengah tahun lalu

ini sebuah permainan kata yang olehku dan seorang wanita selesaikan setengah tahun lalu, sebuah nostalgia. aku rindu saat itu

dia:

Kalau kutitipkan sebaris dua baris kata pada layar ini,

Jangan marah

Gelora ini datang tanpa permisi

Mengahardik aku agar bergerak

Jari-jariku tersihir

Tapi bisu

Kau masuk dari pintu depan

Menyapa aku

Membisikan kata “selesaikan”

Ya maka aku selesaikan

Sampai akhir kawan

Lagu tercipta karena indah pada rindumu yang membumbung

Di antara balik bingkai bingkai

Terjajar dalam belleza kemilau

Kau temui dia bukan?

Berapa pujian dari bibirmu

Makin lekat rasanya mata ingin memandang

Siapa dia karunia atau kurnia

Ah sama saja

Laki laki datang dalam bisu

Pergi juga tanpa basa basi

Berapa lama kalian bersama sekarang

Ribuan detik pasti sudah lampau

Hari ini kuucapkan padamu

Penantian itu kosong

Maka isilah

Dengan satu dua kata

Jujurlah

Pada kurniamu yang megah

(lihat aku selesaikan barisan kata ini kan)

saya:

Aku tertawa dan hampir menangis

Menangisi buah kelentikan jari yang kau selesaikan

Sihirmu pun buatku baca

Baca seuntai makna dalam ribuan kata

Kau suruhku jujur

Pada kurniaku yang megah

Jikalau sampai pesanku padanya

Pastilah terurai lewat bingkai bingkai belleza

Bingkai kosong

Yang akan kuisi kata

dia:

Coba rasakan bagaimana jiwanya menyentuh hatimu

Dalam nada saja

Dalam bisikan saja

Ah aku tahu

Kamu bukan menunggu

Kamu hanya ragu

Ragu bergerak

Bukankah ia kurnia yang setya

Ia masih di situ setya menunggu seorang ariana

Ayo bermain dalam kerlingan kerlingan cinta

Yang kau lihat dari panggung besar bulan desember

Waw pesonanya dimainkan saat jarinya menyentuh utuh

Tombol itu

Klik

Sebuah gambar

Gambar wajahmu

Direkatkan pada dinding

Dinding batinnya

saya:

Kau buatku makin ragu

Dia tak setya menunggu seorang anaira

Tapi seorang nama

Yang tak tahu arti kurnia

KURNIA

Yang kau bilang punya pesona dari megahnya panggung desember

Kawan,

Belum ada pintu terketuk

Tuk sampaikan sepucuk surat

Belum ada kabar terlampir

Tuk katakan aku ada disana

Satu ruang yang masih ia isi

Sekarang aku hanya menunggu kurniaku

Melepas bingkai itu

Dan ganti dengan milikku

Maka permainan berakhir

Lalu KLIK !

Tak hanya wajahku

Tapi juga wajahnya disana

Sayang hanya permainan

Halteku makin dekat

Aku harus pulang

Tanpa membawa rupa gambarnya

Aku tak lelah

Hanya mencoba mencari lelah darinya

Kurniaku terlalu megah

Menjadi bayangan sudah bagus untukku

Tapi untuk apa menunggu bayangan

Ya beginilah aku

Tak punya konsistensi tinggi mengenai penantian


Hah kawan

Kuhela nafasku lagi

Lelah

Kubisikkan selesaikan tapi kau nyengir kuda

Aku sakit tenggorokan

Tak bisa menjerit

Lain hari

Kuteriakkan selesaikan

Bukan membisikkan

Rasakan

dia:

Untuk kawanku yang menanti sebuah nama,

Ini hari masih pagi

Matahari baru saja tiba

Sinarnya baru melekat pada tubuhmu


belum diselesaikannya, kututup permainan kata ini


aku:

kawan,

halteku musnah

bus ku tak lagi dapat bergerak

klik

sebuah nama

gambar

senyum

sudah terpamerkan pada kurniaku yang tak lagi megah

buka anaira

bukan nama


saat itulah selesai permainan kata kami, kapan kita mulai babak baru kawan?

Tidak ada komentar: